Keunikan Program Tahfidz & Tahsin Al-Quran Bintang Bangsa
SD Bintang Bangsa Tahfidz & Bilingual School menggunakan Metode Ummi
Kurikulum Tahfidz & Tahsin ini dibagi menjadi dua fase utama berdasarkan tingkat kelas:
- Kelas 1 – 3: Fokus pada Membaca dan Makhorijul Huruf
Pada tahap awal, program lebih menitikberatkan pada pengajaran membaca Al-Quran dengan benar, khususnya memperbaiki makhorijul huruf (tempat keluarnya huruf) dan tajwid. Pembelajaran di kelas ini menekankan pada talaqi, yaitu proses pembelajaran dengan mendengar bacaan guru dan menirukannya secara langsung.
- 70% waktu belajar difokuskan pada membaca huruf hijaiyah dan makhorijul huruf yang tepat.
- 30% waktu digunakan untuk menghafal surat-surat pendek dari Juz Amma.
- Metode ini mencakup pengulangan yang teratur agar siswa terbiasa dengan bacaan yang benar.
- Evaluasi berkelanjutan dilakukan untuk memastikan siswa dapat membaca Al-Quran dengan tartil (lancar dan benar).
Target Pencapaian Kelas 1-3:
- Siswa mampu membaca Al-Quran dengan tajwid yang benar dan makhorijul huruf yang tepat.
- Hafalan Minimal di Juz 30
- Kelas 4 – 6: Fokus pada Menghafal
Setelah siswa mencapai tingkat kemampuan membaca yang baik, kelas 4-6 lebih memfokuskan pada hafalan Al-Quran. Pada tahap ini, siswa sudah memiliki bacaan yang lancar dan tajwid yang benar sehingga pembagian waktu berubah untuk mendukung hafalan.
- 70% waktu digunakan untuk menghafal Al-Quran. Siswa ditargetkan untuk menambah hafalan mereka secara bertahap.
- 30% waktu digunakan untuk meningkatkan kualitas bacaan melalui tahsin, yaitu memperbaiki kualitas bacaan Al-Quran agar lebih sempurna dan mendalam.
- Siswa diberikan metode murojaah (pengulangan hafalan) untuk memastikan hafalan tetap kuat dan lancar.
Target Pencapaian Kelas 4-6:
- Siswa mampu menghafal beberapa Juz Al-Quran (target hafalan disesuaikan dengan kemampuan individu), di targetkan Juz 29,28,27,1
- Peningkatan kualitas tajwid dan bacaan Al-Quran melalui tahsin.
- Tim Tahfidz BB memberikan Paket Extended untuk siswa yang hafal diatas 5 Juz
Metode ini memastikan bahwa siswa tidak hanya sekadar hafal, tetapi juga memiliki kemampuan membaca yang baik, sehingga mereka dapat mengamalkan bacaan Al-Quran dengan benar sepanjang hidup.